Dari Surabaya Hackernya Hanya Kelas Teri

Jakarta – Paka forensik digital, Ruby Alamsyah, menilainya hacker Surabaya yang meretas beberapa ratus website situs di 44 negara dengan tehnik SQL Injection, bukanlah level advanced (mutakhir) dengan kata lain sekedar kelas teri.

Salah satu buktinya, pihak kepolisian dapat mencari IP Adress beberapa aktor, hingga sukses menangkap mereka.

” Kalau kita simak, yang ini (hacker Surabaya) levelnya belum juga terlampau tinggi. Sederhananya, dapat dibuktikan mereka masih tetap dapat dilacak dari IP Adress, bermakna mereka tidak gunakan tehnik yang cukup tinggi untuk sembunyikan IP Adress. Dari situ telah terlihat, “

Diluar itu, tehnik SQL Injection juga termasuk umum karna masih tetap dapat memakai beragam tool yang banyak di internet serta gratis atau open source.

” Mereka juga memakai tehnik SQL Injection, yang sesungguhnya umumnya website situs waktu ini telah cukup aman dari SQL Injection, terkecuali memanglah yang admin-nya tidak sigap, gunakan software lama, database serta penerapannya tidak diperbaharui, ” sambungnya.

Dijelaskannya, hacker yang memakai tool gratis serta open source bisanya disebut yaitu script kiddies. Level hacker ini pada intinya remaja dengan ketrampilan pemrograman yang meretas untuk kesenangan serta pernyataan. Script kiddies umumnya lakukan serangan mereka dengan acak dengan memercayakan tool gratis.

Hal semacam ini berlainan dengan level ” papan atas ” yang memanglah mempersiapkan beragam tool spesial untuk menyerang sasaran. Umumnya, hacker seperti ini meretas sistim atau jaringan dengan tingkat keamanan yang telah disadari dunia, seperti sistim Pentagon, Federal Bureau of Investigation (FBI) atau Central Intelligence Agency (CIA) .

” Hacker kelas tinggi ini umumnya meretas sistim atau jaringan yang keamanannya telah disadari dunia, atau mendapatkan celah keamanan terkini yang belum juga sempat di ketahui terlebih dulu. Hacker advanced itu juga sering berimprovisasi, banyak celahnya untuk lakukan serangan. Istilahnya mereka gunakan ‘seni’ lah, ” terang Ruby.

Selanjutnya, ia mengutamakan hacker Surabaya yang menyerang beberapa ratus website situs ini termasuk juga dalam kelompok black hat (hacker topi hitam) . Pasalnya, beberapa hacker memeras korban biar memberi ” uang tebusan ” kalau menginginkan memperoleh akses kembali pada website situs mereka.