Home / indonesia / Tanggapan Bank Indonesia Terkait Pembayaran Non Tunai

Tanggapan Bank Indonesia Terkait Pembayaran Non Tunai

Tanggapan Bank Indonesia Terkait Pembayaran Non Tunai – Pemerintah mewajibkan pembayaran non tunai di gerbang tol pada akhir Oktober lain kesempatan. Menuju aplikasi penuh, beberapa gerbang tol udah mulai menempatkan pembayaran non tunai dengan cara bertahap.

Tetapi, menuju aplikasi 100% non tunai itu, terdapat banyak tantangan yg dihadapi. Mengutip data Bank Indonesia (BI) yg di terima detikFinance, Rabu (11/10/2017) , tantangan itu dimulai dari faktor tekhnis, usaha, sampai mengganti tabiat transaksi warga.

Dari faktor tekhnis, sistim pembayaran sejauh ini belum pula interkoneksi serta interoperabilitas. Maka diperlukan integrasi pelaksanaan duit elektronik dalam satu reader yg dimaksud SAM Multiapplet. Tidak hanya itu, sistem transaksi serta andil banyak pihak juga tak terstandarisasi.

Disamping itu dari faktor usaha, ada ekslusivitas dari bank khusus yg membatasi pelebaran pemakai. Hal tersebut di cemaskan dapat mengakibatkan rente ekonomi yg dapat bikin ongkos transaksi tinggi serta berjalan monopoli.

Tabiat bertransaksi warga juga masihlah sukar utk di ubah. Warga dirasakan masihlah segan utk berganti bertransaksi non tunai. Hal tersebut di yakini berjalan berkat minimnya kampanye serta edukasi menggerakkan transaksi non tunai.

Pemerintah lantas udah keluarkan peraturan melalui Kementerian PUPR, lewat Ketetapan Menteri PUPR No 16/PRT/M/2017 tentang keharusan non tunai per 31 Oktober 2017. Kampanye lantas waktu ini dilaksanakan masif, koordinatif antar bank serta tubuh usaha jalan tol serta berjalan dengan cara tiada henti. Program discount juga dijadwalkan berjalan sampai 31 Oktober 2017.

About

Agen Sbobet