Home / Berita Umum / Dianggap Terlalu Tinggi, Warga Keluhkan Pembangunan Trotoar di Sidoarjo

Dianggap Terlalu Tinggi, Warga Keluhkan Pembangunan Trotoar di Sidoarjo

Dianggap Terlalu Tinggi, Warga Keluhkan Pembangunan Trotoar di Sidoarjo – Penduduk Ngelom, Sidoarjo, memprotes project pembangunan trotoar. Karena ketinggian trotoar dikira terlampau tinggi serta bikin kesibukan penduduk terganggu.

Ketua RT 1 RW 2 Ngelom Agus Berkah (60) mengemukakan, pembangunan trotoar telah dilaksanakan semenjak bulan Agustus bersama dengan berbarengan dengan project pemasangan box culvert.

“Dari aspal itu ketinggian lebih kurang 60 cm, sepeda motor tak dapat turun naik serta masuk rumah. Bahkan juga jalan kaki lantas susah sebab ibu-ibu mesti melompat,” kata Agus waktu dihubungi, Selasa (27/11/2018).

Menurut Agus, sebelum project pembangunan, Dinas PU Bina Marga Jawa timur telah memberi pengenalan. Akan tetapi pengenalan itu cuma sekedar berkenaan kedalaman box culvert.

Sebab tingginya trotoar, banyak penduduk yg tak dapat memakai kendaraan keluar masuk rumah atau gang. Sedang kendaraan yg terlanjur melintas tak dapat masuk sebab terhambat trotoar. Mengakibatkan, mereka menentukan parkir di luar rumah.

Jalan Ngelom sendiri, lanjut Agus, masuk dalam category jalan nasional. Ia serta penduduk yang lain mengharap pihak dinas berkenaan memberi pemecahan menanggulangi ketinggian trotoar.

Apabila penduduk mengharap membuka trotoar, hal semacam itu di rasa mustahil. Karena, penduduk mustahil berikan pijakan pada trotoar. Apabila berikan pijakan ke trotoar jelas dapat mengonsumsi tempat serta jadi pencegah jalan raya.

Kabar yg tersebar, Dinas PU Bina Marga bersama dengan konsultan dan penggarap dapat lakukan pertemuan. Tetapi dalam pertemuan itu, Agus menyatakan penduduk yg terdampak tak diundang.

Sesaat Ketua Karang Taruna Ngelom, Rochim menyatakan project Dinas PU serta Bina Marga Jawa timur itu berkesan dilakukan sembarangan. Dimulai dengan pemasangan box culvert serta pembangunan trotoar. Ditambah lagi, di selama ruang perbaikan tak diketemukan papan project.

“Ya, namanya project yg memakai uang negara itu mesti ada papan project yg di dalamnya ada nama project, aturan, sumber serta tahun aturan dan nama pelaksana pun konsultan mesti ada, telah tersedia semua peraturannya. Lha ini tak ada,” tegas Rochim.

Rochim memandang ketinggian trotoar sampai motor tak dapat turun naik serta masuk rumah atau gang adalah kekeliruan. Hal semacam itu dapat membahayakan pejalan kaki serta pemakai jalan.

“Penyelesaiannya jangan sampai dilanjutkan dahulu, sebelum muncul pemecahan dari project ini. Ketimbang mubadzir,” pungkasnya.

About admin

Agen Sbobet